Peran Perempuan dalam pertanian

sawah-subakGagasan pemberdayaan masyarakat khususnya petani pemakai air semakin meningkat ketika pemerintah mengeluarkan Inpres No. 3 tahun 1999 tentang Pembaharuan Kebijakan Pengelolaan Irigasi (PKPI). Selanjutnya melalui PP No. 77 Tahun 2001, Pemerintah memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada masyarakat untuk berpartisipasi dalam pengelolaan irigasi. Masyarakat yang dimaksud adalah petani pemakai air yang tergabung dalam Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A).

Namun demikian hasil pemberdayaan yang telah dilakukan sejak terbitnya Inpres dan PP tersebut, dalam pelaksanaannya belum mencapai kondisi yang diharapkan. Hal ini antara lain disebabkan kegiatan pemberdayaan masyarakat dengan melibatkan petani sebagai pemeran utama dalam proses pengelolaan irigasi merupakan hal yang relatif baru, sehingga masih terjadi ketidakmantapan dalam proses perencanaan maupun implementasinya.

Di sisi lain sumberdaya manusia potensial yang memungkinkan untuk meningkatkan kinerja P3A masih belum sepenuhnya termanfaatkan secara optimal. Sumberdaya manusia yang dimaksud adalah kaum perempuan. Keterlibatan perempuan dalam menunjang sektor pertanian masih terbatas pada kegiatan proses produksi diantaranya penananaman (tandur), penyiangan, pemupukan, panen dan penjemuran hasil produksi. Tidak dapat dipungkiri bahwa kehadiran kaum perempuan dalam kegiatan proses produksi mampu meningkatkan produktivitas lahan per satuan luas. Dengan demikian kaum perempuan mampu meningkatkan pendapatan keluarga, mengurangi ketergantungan perempuan terhadap laki-laki secara ekonomi dan memperkuat kedudukannya dalam rumah tangga.

Hal yang sama diungkapkan oleh beberapa hasil peneltian bahwa akses perempuan terhadap lahan, sarana dan prasarana pertanian dan pengelolaan irigasi telah memberikan manfaat lebih baik kepada para pemilik lahan. Oleh sebab itu membangun keterlibatan peran perempuan dalam proses pengambilan keputusan sangatlah strategis.

sintang_farmKelembagaan pengelola air irigasi yaitu P3A pada umumnya masih menempatkan laki-laki sebagai pemeran utama. Dominasi laki-laki dalam berbagai bidang kegiatan termasuk P3A tidak terlepas dari persepsi masyarakat terhadap keberadaan perempuan dalam berbagai aspek kehidupan. Persepsi yang mengesampingkan kehadiran perempuan tersebut terbentuk dan terpola bukan saja bersumber dari laki-laki tetapi juga dari perempuan sendiri. Pola pikir yang dilegalisasi oleh kebiasaan dan norma masyarakat tersebut mengakibatkan keterlibatan perempuan dalam berbagai aspek kegiatan menjadi sangat terbatas, padahal apabila diberikan kesempatan dapat dilakukan lebih baik dari pada laki-laki. Kondisi tersebut menggambarkan masih tingginya masalah gender di lingkungan masyarakat.

Secara politis pemerintah telah mempunyai kehendak untuk meningkatkan peran perempuan dalam berbagai aspek kegiatan pembangunan dengan dikeluarkannya Undang-undang tentang pemberdayaan perempuan menyusul Inpres No. 9 Tahun 2000 yang mengisyaratkan kehendak untuk mengarusutamakan pemecahan masalah gender.

kelompok_tani_wanitaDari data yang diperoleh ternyata struktur kepengurusan maupun keanggotaannya masih didominasi laki-laki. Seperti umumnya organisasi P3A. Kinerja P3A masih belum sepenuhnya berjalan secara efisien dan efektif, karena berbagai faktor intern organisasi, khususnya sumberdaya manusia yang terlibat didalamnya. Kondisi ini dapat dilihat dari masih besarnya ketergantungan dan harapan intervensi dalam meningkatkan kinerja organiasi. Di sisi lain sumber dana swadaya yang dapat menunjang kegiatan pengelolaan irigasi masih bertumpu pada iuran anggota yang pada saat ini masih sangat kecil dibandingkan dengan kebutuhan dana operasional dan pemeliharaan saluran irigasinya. Kondisi ini dicerminkan oleh tertundanya kewajiban-kewajiban P3A dalam operasional dan pemeliharaan irigasi. Saatnya kini perempuan diberi peran yang lebih dalam kepengurusan organisasi pertanian di berbagai tingkatan.

Perihal Krisdinar
Praktisi pendidikan dan pengguna alternatif curahan ekpresi dan informasi

2 Responses to Peran Perempuan dalam pertanian

  1. oentoeng mengatakan:

    tolong tanya mas, gambar yang paling atas

    (https://krisdinar.files.wordpress.com/2008/11/sawah-subak.jpg),

    lokasinya di mana ya?

    terima kasih.

  2. ciu mengatakan:

    cuky ku i don’t care um … n u kow me
    plz … your name famil u in village.
    see u

    Reply:
    Thanks a lot

Jangan lupa berkomentar, sebagai penyemangat

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: