Tanaman Hias Lebih Indah dengan Media Tanam Hidrogel
April 21, 2011 1 Komentar
Pada umumnya media tanam yang kita kenal adalah tanah. Penggunaan tanah sebagai media tanam pada umumnya dilakukan di hamparan luas oleh petani untuk melakukan usahataninya. Namun untuk keperluan tanaman hias yang harus ditempatkan di dalam ruangan maka penggunaan media tanam tanah dihadapkan pada berbagai kendala antara lain, harus disiram tiap hari, dan sering kali tanah terbawa aliran air ketika disiram sehingga mengotori lantai.
Salah satu alternatif yang dapat digunakan dalam pemilihan media tanam adalah hidrogel. Hydrogel merupakan penemuan “baru” untuk mempermudah sistem pertanian hidroponik. Kristal-kristal polimer ini bisa dijadikan media tanam yang praktis karena sifatnya yang mampu menyerap air, sehingga tidak perlu penyiraman rutin seperti media tanah atau lainnya. Hidrogel diciptaan dalam berbagai warna menarik sehingga dapat lebih memperindah tampilan tanaman secara keseluruhan.
Menurut Wikipedia, hydrogel adalah suatu jaringan rantai-rantai polimer berbentuk kristal yang mudah menyerap air (superabsorbent polimer), sehingga hidrogel bisa mengandung air hingga 99%. Kristal-kristal hidrogel tampak seperti butiran-butiran kecil kwarsa dan mirip cabikan jeli jernih bila air ditambahkan. Bahan-bahan pembentuk hydrogel biasanya terdiri dari polyvinyl alcohol, natrium polyacrylate, polimer-polimer acrylate lainnya dan ko-polimer dengan kelompok hydrophilic (pengikat air) yang melimpah.
Pada awalnya hidrogel digunakan untuk diaper/handuk kesehatan sekali pakai untuk menyerap urine, lensa kontak (hidrogel silikon, polyacrylamides), elektroda-elektroda medis (polyethylene oxide, polyAMPS dan polyvinylpyrrolidone). Selain itu digunakan untuk operasi payudara, pembalut luka bakar, wadah obat-obat ionis, dan butiran untuk mempertahankan kandungan air tanah di kawasan tandus. Hidrogel ini sudah banyak di jual diberbagai supermarket atau toko-toko pertanian
Cara Pembuatan Media Tanam Hydrogel
1.
Tuangkan air sebanyak + 1300 ml ke dalam wadah penampungan hydrogel. Dianjurkan air matang agar hydrogel tetap steril. Suhu air sedang (tidak panas & tidak terlalu dingin). Untuk penyesuaian warna yang diinginkan, air bisa ditambah/dikurangi.
2. Masukkan hydrogel kering ke dalam wadah yang sudah terisi air, lalu aduk sekitar 10 detik (agar warnanya menyebar). Diamkan hydrogel selama 4 jam. Sebaiknya dalam kondisi tertutup agar tidak tercampur debu/kotoran. Setelah itu, tiriskan hydrogel. Bilas 1 kali dengan air biasa, lalu tiriskan kembali selama 30 menit.
3. Hydrogel siap dipindahkan ke wadah/vas kaca untuk tanaman.
4. Untuk penyesuaian warna, hidrogel bisa direndam lebih lama atau ditambah air agar warna lebih muda. Sebaiknya hydrogel tidak direndam lebih dari 6 jam karena akan mereduksi warna & unsur hara.
5.
Hydrogel bisa juga direndam sambil menambahkan sedikit pupuk tambahan yang tidak merusak warna, sesuai dosis agar unsur hara bertahan lebih lama. Pada dasarnya hydrogel yang dijual sudah mengandung pupuk (unsur hara bisa bertahan efektif 2 bulan). Catatan penting: Penambahan pupuk berlaku, hanya jika diperlukan, dan sesuai dengan dosis yang dianjurkan, serta tidak menyebabkan kerusakan warna & hydrogel.
Perawatan Hydrogel
1.
Bila sudah sekitar satu bulan terlihat hydrogel menyusut, semprotlah hydrogel dengan air menggunakan handsprayer. Air yang diberikan jangan terlalu banyak sampai dapat menyebabkan genangan pada gelas yang akan mengakibatkan kebusukan pada akar
2. Atau, untuk penambahan air yang lebih sempurna, pisahkan hydrogel Anda dari tanaman, lalu rendam dalam air hangat + 30 menit, sampai kembali mengembang. Sementara tanaman direndam pada air bersih di tempat terpisah. Bila hydrogel Anda terdiri dari campuran lebih dari satu warna, pisahkan ke dalam wadah rendaman yang berbeda. Lalu, tiriskan hydrogel dan siap ditempatkan kembali ke dalam gelas.
3. Hydrogel jangan terlalu sering dipegang atau direndam dalam air, cukup 1 kali dalam kurun waktu 1 sampai 2 bulan saja, agar tidak merusak daya kembang susut hydrogel. Kecuali jika Hydrogel Anda berlumut, maka Anda dapat melakukan langkah no.4 tanpa harus menunggu 1 bulan
4. Bila gelas dan hydrogel terlihat berlumut dan berbau, segera keluarkan hydrogel Anda dan bilas dengan air hangat sampai lumutnya benar-benar hilang, lalu hydrogel dapat digunakan kembali.
5. Usia hydrogel = + 1 tahun. Jika terjadi penyusutan, bisa direndam (s/d mengembang) dan digunakan kembali.
Usia efektif unsur hara hydrogel = + 2 bulan. Setelah itu bisa diberi pupuk tambahan sesuai dosis. Usia warna hydrogel = + 2 bulan. Bisa lebih jika hydrogel tidak terlalu sering dibasuh/direndam dengan air. Jika warna hydrogel terlihat memudar, bisa diwarnai kembali dengan pewarna kue (setelah itu dibilas).



wah pengetahuan baru nih, saya jadi penasaran pengen nyoba.
saya ada pertanyaan pak, kapan sebenarnya hidrogel ini mulai digunakan untuk menanam tanaman hias?